Orang Indonesia

Cerita Tentang bahasa, sastra, bisnis, internet, dan sebagainya

Archive for the 'tips dan trik' Category

Cukup 10 Menit Sehari!

Posted in Peluang Usaha, Uncategorized, bisnis, tips dan trik on February 15th, 2008

Oleh NG Baniswati
06 Juli 2007

Hukum pertama Newton tentang gerak menyebutkan bahwa sesuatu yang bergerak akan selalu bergerak.Tapi, apa hubungan hukum fisika dengan memulai suatu bisnis? Apabila Anda tetap bergerak, maka Anda akan menarik situasi atau kondisi yang memang diperlukan, Anda juga akan menarik orang-orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, dan mendukung Anda dalam mendirikan bisnis.

Berikut adalah tips mewujudkan bisnis impian Anda dan membuatnya terus bergerak: Read the rest of this entry »

Tips Iklan Online: Hit, Jumlah Pengunjung atau….?

Posted in iklan, internet, tips dan trik on February 15th, 2008

Salah satu terminologi web yang paling sering disebut-sebut — celakanya, juga paling sering disalahpahami– untuk menunjukkan besar-kecilnya sebuah portal adalah “hit”. Ketika AE sebuah portal mendatangi calon pemasang iklan online, pertanyaan awalnya seringkali seperti ini: “Berapa hit portal Anda?” Dengan senyum mantap, sang AE menjawab: “Hit kami jutaan per hari.” Ia tidak sedang sesumbar. Ia menjawab pertanyaan itu dengan benar dan jujur. Masalahnya adalah, seringkali sang calon pemasang iklan online memahami hit sebagai jumlah pengunjung dan sang AE tidak menjelaskan hal itu. Read the rest of this entry »

Apa itu RSS?

Posted in Uncategorized, internet, tips dan trik on February 15th, 2008

Salah satu terminologi yang tergolong paling sering muncul di dunia pemasaran Internet saat ini adalah RSS. “Mahluk” apakah itu? Apa pula manfaatnya bagi pemasaran online? RSS merupakan singkatan dari RDF Site Summary atau Rich Site Summary. RSS adalah sebuah format programming web berbasis XML yang dapat dipakai pemilik web untuk melakukan sindikasi isi web. Read the rest of this entry »

Tiga Rahasia Memilih Nama Produk atau Domain

Posted in internet, tips dan trik on February 15th, 2008

Masih ingat postingan saya enam bulan lalu mengenai betapa susahnya memilih nama domain yang keren? saya tiba-tiba teringat hal itu karena beberapa waktu lalu mendengarkan siaran di radio mengenai rahasia memilih nama merek. Yang dibahas memang merek-merek tradisional. Nah, karena di dunia maya nama domian identik dengan nama produk, maka saya angkat lagi masalah ini. Detikcom, secara merek dikenal, karena memakai domain detik.com. Astaga! mudah diingat karena berdomain di astaga.com. Demikian pula halnya dengan PortalHR.com, Yahoo.com, Google.com, Yogyes.com, dan seterusnya. Menurut pakar pemasaran Handi Irawan D., MBA, MCom. di SmartFM Jakarta, ada 3 hal penting dalam memilih nama produk atau merek. Saya kira ketiga hal itu juga berlaku di Internet. Ketiganya adalah:

1. Mudah diingat

Jangan pernah membuat merek yang sulit diingat. Semakin mudah nama merek diingat, semakin mudah melekat ke benak konsumen.

Hal yang sama berlaku dalam hal memilih domain di Internet. Detik.com dan Astaga.com adalah dua contoh nama lokal yang amat bagus di Internet: mudah diingat, dan…. ini yang tak kalah penting di dunia maya: kemungkinan salah ketik domain amat kecil. Ingat lho, salah satu cara mengakses domain di Internet adalah dengan mengetikkan namanya di browser.

2. Memiliki relevansi dengan kategorinya

Nama produk atau merek yang relevan dengan kategorinya akan semakin mudah menancap di benak konsumen. Aqua adalah contoh yang tepat dalam hal ini. Aqua relevan dengan air. Aqua kini menjadi top mind dalam air mineral. Tapi bukan berarti merek yang tak memiliki relevansi tidak akan sukses. Kapal Api misalnya, meski tidak ada hubungannya dengan kopi, tetap saja dikenal sebagai kopi yang disukai konsumen. Sayangnya, hanya mereka yang memiliki budget promosi besarlah yang dapat melakukan hal ini. Merek Astaga.com bisa melesat luar biasa menandingi Detik.com pada awal tahun 2.000-an juga karena budget promosi yang jauh di atas Detik.com.

Bagi dotcomers pemula, saya sarankan untuk memilih domain yang relevan dengan kategorinya. Itu juga yang saya lakukan ketika menggarap pasar khusus di sumber daya manusia. Saya memilih nama PortalHR.com. Meski baru lima bulan lalu diluncurkan secara resmi, nama PortalHR.com sudah cukup akrab di kalangan praktisi dan konsultan SDM di Indonesia.

3. Unik

Pengertian unik menurut Handi Irawan adalah berbeda dengan pesaing. Jangan pernah membuat nama merek yang mirip nama pesaing karena akan membingungkan konsumen.

Selamat memilih nama domain!

Sumber: http://www.virtual.co.id/blog/?p=246

Bagaimana Memilih Blog Yang Tepat Untuk Iklan Anda?

Posted in internet, tips dan trik on February 15th, 2008

Tak dapat dipungkiri, seperti yang saya tulis sebelumnya, blog kini menjadi media alternatif untuk beriklan. Namun demikian, pemasang iklan harus memperhatikan lima berikut ini jika ingin mensponsori sebuah blog. Inilah panduan yang disarikan dari hasil diskusi antara peblog independen Paul Mooney dengan MarketingSherpa, diramu dengan pengalaman saya sendiri.1. Jangan Percaya Trafik Begitu Saja.

Jangan percaya begitu saja dengan trafik yang disodorkan peblog meski menggunakan tools standar seperti Google Analytics, WebStats, dan sejenisnya. Tools seperti ini memang menjawab pertanyaan dasar: berapa trafik blog dan seberapa besar pengunjung uniknya. Akan tetapi, tools tersebut tetap saja tidak mampu menjawab hal inti, siapa sesunggunya pembaca blog tersebut? Seberapa banyak penggemar setianya? Maklum saja, trafik terbesar blog tetap saja berasal dari search engine serta tautan dari blog lain. Amat sedikit yang berasal dari pengetikan alamat langsung atau dari bookmark.

Tidak jarang, justru topik lawas dan kadangkala bukan topik utamalah yang menyumbang trafik terbesar, kata Moony. Sebagai contoh, di blog ini, justru postingan CyberPR berjudul Cyber PR: Humas pun Bisa Menggoalkan Penjualan yang paling banyak mendapat komentar, terus menerus tiada henti, dari para mahasiswa yang ingin membuat skripsi mengenai CyberPR. Mereka mendapatkan postingan itu dari search engine.

2. Pengaruh RSS Feeds

Pada beberapa pasar, terutama bidang teknologi tinggi, RSS feeds bisa jadi mencerminkan seberapa besar pengaruh dan cakupan sebuah blog. Kadangkala, RSS feeds ini jauh lebih bermakna ketimbang trafik itu sendiri. Sebagai contoh, postingan blog Mooney seringkali muncul di beberapa tempat hebat seperti O’Reilly. Ini hampir sama maknanya, seandainya saja postingan blog virtual juga muncul di media-media seperti SWA atau Bisnis Indonesia.

3. Inbound Hotlinks

Seperti juga media lainnya, selain volume trafik, kualitas trafik juga harus mendapat perhatian utama. Di dunia blog, kualitas biasanya menunjukkan seberapa besar pengaruh blog tersebut. Sebuah blog yang dibaca oleh sekelompok kecil masyarakat biasanya memiliki pengaruh besar bagi pembacanya.

Amat mudah mengukur hal ini. Lacak saja hotlinks sebuah blog, dengan menggunakan Technocrati. Tapi ingat, kuncinya adalah: bukan sekadar seberapa banyak blog lain terhubung ke sebuah blog, tetapi juga seberapa banyak blog keren yang terhubung. Satu hotlink dari blog keren (yang memiliki 50-an lebih incoming hotlinks) lebih berharga ketimbang 50 hotlinks dari blog yang tak punya link ke manapun.

Jangan lupakan juga, hotlinks dari situs social networking. Jika sebuah blog tersambung ke Digg atau Wikipedia misalnya, maka blog tersebut bisa jadi lebih berpengaruh ketimbang yang kita duga.

4. Search Position

Anda dapat meriset posisi search sebuah blog melalui dua cara.
Pertama, apakah blog tersebut memiliki kata kunci yang berhubungan dengan produk atau merek Anda.
Kedua, apakah blogger tersebut memiliki hasil pencarian yang bagus dengan keywords yang berhubungan dengan “brand” nya, misalnya nama pebloggernya, nama blognya, taglinenya, dan sejenisnya.

5. Suara Pembaca

Terakhir, bacalah blog tersebut dengan teliti sebelum memasang iklan. Yakinkan bahwa blog tersebut memang blog yang terpercaya. Dengarkan betul “suara-suara” — yakni komentar yang bermunculan di blog — secara jernih, sehingga Anda dapat merasakan bahwa blog itu tepat dipasangi iklan Anda dan tidak menimbulkan reaksi negatif.

Sumber: http://www.virtual.co.id/blog/?p=276

Tips Email Marketing: Berikan Nilai Tambah

Posted in tips dan trik on February 15th, 2008

Apabila kita menyamakan situs Anda dengan sebuah toko yang terletak di mal, maka Anda pasti akan sangat senang apabila toko/situs Anda mendapatkan tingkat kunjungan yang tinggi. Secara teoritis, semakin banyak pengunjung, semakin tinggi pula jumlah pengunjung yang berpotensi menjadi pembeli.

Tentunya tidak semua orang yang mengunjungi situs/toko Anda akan berubah menjadi pembeli. Pasti ada pengunjung yang hanya tertarik untuk melihat-lihat produk Anda terlebih dahulu. Apakah ada jaminan bahwa pengunjung-pengunjung yang tidak membeli produk Anda akan mengingat tentang situs/toko Anda ketika tiba saatnya untuk melakukan pembelian? Kemungkinan besar tidak. Di sinilah peranan Email Marketing (dan mengumpulkan email pengunjung) sangat penting.

Dengan mengumpulkan email dari pengunjung yang tidak melakukan pembelian, secara tidak langsung Anda telah mendapatkan ijin untuk membangun jalur komunikasi langsung dengannya dan memastikan bahwa calon konsumen tetap ingat dengan situs Anda. Apabila Anda secara periodik mengirimkan email newsletter, lama-kelamaan situs Anda akan selalu diingat olehnya.

Namun bagaimanakah caranya mendapatkan email pengunjung Anda? Orang tidak akan mau memberikan sesuatu tanpa mendapatkan “imbalan”, terutama di jaman banjir spam seperti sekarang ini. Tawarkanlah sesuatu yang memiliki nilai tambah baginya seperti tips ataupun tawaran khusus via email. Apabila Anda menjual mobil, tawarkanlah tips merawat mobil. Apabila Anda menjual barang elektronik, tawarkanlah email promosi harga khusus bagi pengunjung yang mendaftarkan dirinya. Tentunya Anda harus mampu untuk deliver sesuai dengan promise Anda. Janganlah kecewakan pengunjung Anda dengan mengirimkan email yang tidak sesuai dengan janji Anda.

Ditulis oleh
Dickie Widjaja
Manager Portal Astraworld

Sumber:  http://www.virtual.co.id/blog/?p=14

Tips Mengumpulkan Database Email

Posted in tips dan trik on February 15th, 2008

Kegiatan mengumpulkan email bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Pengumpulan juga tak harus melalui kegiatan online saja, tetapi juga via aktivitas offline.

Jika pengumpulannya melalui sarana online, pertama-tama Anda harus memastikan bahwa pengunjung situs bisa mendaftarkan emailnya dengan mudah. Janganlah mempersulit pengunjung Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan menyediakan formulur untuk mengirim email di setiap halaman situs Anda.

Apabila tidak mungkin, pastikan link ke halaman pendaftaran terlihat dengan jelas dan bisa diakses dengan mudah. Dengan memperbanyak titik pendaftaran, otomatis Anda akan mempertinggi kemungkinan mendapatkan email pengunjung Anda.

Sebenarnya pengumpulan email tidak terbatas pada situs Anda saja. Pemikiran yang salah adalah pengumpulan email hanya bisa dilakukan online. Dalam kegiatan offline perusahaan Anda, misalnya pameran, tidak ada salahnya mengumpulkan email pengunjung stand Anda. Biasanya perusahaan sudah mempersiapkan tempat untuk pengunjung mengumpulkan kartu nama dengan iming-iming door prize. Tawarkanlah juga email newsletter Anda pada kesempatan ini. Cukup dengan menyediakan sebuah buku tamu (apabila yang bersangkutan tidak memiliki kartu nama), Anda sudah bisa menjaring email potential customer.

Semua interaksi yang terjadi antara perusahaan dan pihak luar (pelanggan, supplier, dll) sebenarnya adalah kesempatan untuk mengumpulkan email. Dari kunjungan pelanggan ke situs/toko sampai dengan saat pelanggan membeli produk Anda, pastikan semua lini depan perusahaan berusaha untuk mendapatkan email pelanggan. Database email pelanggan Anda hanya akan bertumbuh dengan usaha yang terkoordinir dengan baik di semua lini dan dilakukan secara terus menerus.

Ditulis oleh
Dickie Widjaja
Manager Portal Astraworld

Sumber: http://www.virtual.co.id/blog/?p=17

Tips Membuat NewsLetter Profesional

Posted in tips dan trik on February 15th, 2008

Membuat e-newsletter yang baik dan profesional selalu menjadi tantangan bagi banyak e-marketer. Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh pakar usability, Jakob Nielsen, sekitar 50% pembaca hanya melihat sepintas atau membaca sedikit dari newsletter yang mereka terima. Hanya 23% yang benar-benar membaca seluruh isi newsletter. Sisanya sama sekali tidak pernah membukanya.

Jadi, bagaimana cara terbaik agar newsletter Anda dibaca target audience?

Rancang Newsletter yang Menarik
Desainlah agar newsletter Anda mudah dilihat meski sepintas. Kuncinya:
• Gunakan paragraph singkat
• Gunakan poin-poin
• Sertakan banyak spasi putih di antara tiap topik
• Beri penekanan pada topik dalam newsletter tioe HTML dengan huruf kapital atau huruf tebal

Sertakan Judul Newsletter di Kolom Subject
Sertakan judul newsletter di awal kolom subject sehingga pembaca dapat membedakan newsletter Anda dari email sampah. Pembaca juga dapat menyortir newsletter Anda langsung menuju folder terpisah dengan menggunakan filter email.

Gunakan Judul yang Menjual
Iklankan cerita yang paling menarik pada setiap edisi di kolom subject. Anda hanya memiliki waktu beberapa detik saja untuk memperoleh perhatian pembaca, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya.

Sertakan Daftar Isi
Sertakan daftar isi di bagian atas newsletter untuk memudahkan pembaca menyeleksi topik yang menarik minat mereka.

Sisipkan Line Break
Tingkatkan tampilan newsletter yang mudah dibaca. Gunakan hard line breaks, 60/65/70 karakter per baris. Anda dapat menggunakan editor teks seperti TexPad (http://www.textpad.com), dan mengesetnya untuk dapat menyisipkan hard carriage returns pada akhir setiap baris di karakter ke 65.

Perbaiki Link yang Panjang
Hyperlink yang terlalu panjang kemungkinan akan menjadi rusak jika Anda memformat email menggunakan line break pada 60/65/70 karakter per baris. Cara memperbaikinya, matikan fungsi word wrap setelah Anda menyisipkan carriage return. Lalu, edit linknya secara manual untuk memastikan bahwa linknya terletak pada satu garis. Ketika email dikirimkan, linknya mungkin saja tetap dalam dua baris, namun sekarang dapat diklik.

Desainlah Newsletter tipe HTML yang User-Friendly
Banyak orang yang menggunakan resolusi layar 800×600, namun tampilan preview email biasanya jauh lebih kecil daripada ukuran tampilan layar maksimal. Maka, formatlah lebar tabel HTML Anda pada 500-600 piksel, atau gunakan lebar tabel relatif (presentase), yang memungkinkan newsletter Anda dapat disesuaikan ukuran tampilannya jika dilihat di windows yang berbeda ukurannya.

Ditulis oleh
Donna Ardiani

Sumber: http://www.virtual.co.id/blog/

Beli Rumah dari Developer - Tips dan saran

Posted in Properti, tips dan trik on February 15th, 2008

Salahsatu pilihan dalam membeli rumah yang paling populer di Indonesia adalah membeli rumah baru dari developer. Mengapa?

  • Rumah Baru gitu lohhh…
    Aromanya BEDA.
    Apalagi jika kita beli rumah sekaligus perabotan didalamnya… wuiihh…
    Sensasinya lebih hebat dibandingkan masuk ke mobil baru…
  • Harganya (relatif) lebih murah
    Karena umumnya dibangun di luar pusat bisnis/pusat kota, harga tanah masih lebih murah, rumah-rumah baru dari developer ini bisa memberikan harga yang lebih “masuk akal” dan “sesuai isi kantong”
  • Komunitasnya (relatif) lebih seragam
    Sama-sama warga baru. Tipe rumah sama, luas rumah sama, lokasi sama cuma di cara bayar aja yang beda.. tapi gak ada yang tau kan… D
    Kondisi ini biasanya memudahkan sosialisasi antar warga
  • Return investasi yang bagus
    Seperti pembelian properti investasi lainnya, jika tepat waktu dan lokasinya, membeli rumah baru dari developer bisa menjadi sangat menguntungkan.

Namun, tetaplah kita melihat dunia secara lebih luas.

Begitu banyak kasus-kasus jual-beli rumah baru ini. Begitu banyaknya sampai (hampir) bisa dibilang bukan kasus lagi namun sudah menjadi sebuah keniscayaan D

Tips & saran yang saya kumpulkan dari banyak sumber ini mungkin bisa membantu anda yang sedang mencari rumah baru.

  • Tujuan anda membeli rumah -sebaiknya- adalah untuk ditempati
    Sedangkan kenaikan harga, adalah bonus dari YANG MAHA KUASA
  • Bila untuk investasi, bersiaplah untuk berinvestasi jangka panjang.
    Lebih dari 5 tahun. Mengapa 5 Tahun? Rata-rata di masa itulah hasil investasi properti bisa dibilang BEP D
  • Sebaiknya gunakan KPR
    Terlebih untuk rumah indent, developer baru atau perumahan belum terbentuk.
    Secara alami Bank akan menyeleksi sendiri developer yang mereka percayai, kita akan terbantu dalam hal ini. Maka..
  • Pilihlah dengan tepat Bank KPR anda
    Salahsatu indikasinya adalah Bank yang tidak dalam 1 group usaha dengan developer.
  • Bila sempat cari Track Record developer (& Bank).
    Banyak sumber, namun yang paling di percaya… dari teman dan keluarga kita yang pernah berhubungan dengan mereka.
  • Jangan memberikan tandajadi sebelum melihat lokasi
    Mungkin ini tidak masuk akal bagi sebagian orang.
    “Beli rumah kok gak lihat dulu lokasinya…?”
    namun ini sering terjadi di Pameran Properti.
    Pemasar Properti -buat saya- adalah salahsatu “motivator” terhebat di dunia (dibawah agen asuransi :D)
  • Perhatikan estate managementnya
    Tidak semua perumahan membolehkan warganya membuat warung, garasi atau memajang papan tanda jualan (dokter, laundry dsb) di depan rumah sendiri.
    Apalagi di depan rumah orang -D
    Cari tahu GSBnya. Jika calon rumah kita panjang ke belakang lahannya 15m
    sedangkan GSBnya 5m, maka lahan yang bisa dibangun tinggal 10m saja.
    Apalagi jika lahan di huk, tambah kecil saja lahan yang bisa dibangun.
  • Beli rumah contohnya
    Ini barang terbaik yang dibuat oleh (kontraktornya) developer.
  • Beli yang ready 2 use
    Yang sudah jadi - siap huni- kita bisa langsung melihat kualitas bahan bangunan dan pengerjaannya.
  • Jika indent, sempatkan waktu mengawasi pembangunannya
  • Pastikan luas tanahnya sama dengan di PPJB
    Lokasi dan batas-batasnya juga ya !
  • Minta garansi minimal 1 tahun
  • Perhatikan PPJB nya
    Sebaiknya kita baca dulu draft PPJB sebelum menulis surat pemesanan (saat uang tandajadi dibayarkan)
    Isi PPJB antara lain :
    Harga jual dan biaya-biaya yang kita tanggung
    Tanggal serah terima fisik (bangunan), max 18 sejak pembayaran I
    Denda-denda yang dikenakan pada developer dan juga kita sebagai konsumen
    Spesifikasi properti, seperti bahan bangunan, luas tanah dll
    pembatalan perjanjian, baik oleh konsumen maupun developer
    tanggal penandatanganan akte jual beli (AJB) dan sebagainya
    Lebih lengkap tentu lebih bagus
  • Jika anda ingin menuntut janji developer, cari teman senasib.
    Ajukan tuntutan masing-masing, jangan disatukan.
    Semakin banyak tuntutan yang masuk, semakin dipertanyakan “reputasi” developer tersebut, lagipula supaya tidak terkesan “anda sedang sial saja” bila kita menuntut sendirian. (seperti banyak kasus di Surat Pembaca)
    Ajukan tuntutan berurutan jangan bersamaan waktunya
  • Berdoa mohon lindungan Tuhan Yang Maha Esa

Semoga bermanfaat

Sumber: http://pemiliklangsung.com

Tips beli rumah

Posted in tips dan trik on February 15th, 2008

Berikut adalah beberapa tips dan panduan membeli rumah :

  • Pastikan tujuan dan alasan anda membeli rumah
    Apakah untuk investasi
    Apakah perubahan jumlah anggota keluarga
    Apakah pindah lokasi kerja atau
    bosan membayar uang sewa.
    mengetahui alasan anda akan membuat anda lebih fokus akan karekteristik rumah yang ingin anda beli.
    Misalnya,
    bila untuk investasi, fokus anda mungkin adalah mengambil keuntungan saat membeli.
    Bila anda membeli karena bosan bayar sewa, anda mungkin harus ambil KPR dan salah satu syarat utama mengajukan KPR adalah rumah yang dibeli harus bersertifikat, tidak di gang dan tidak disebelah restaurant besar.
    Jadi carilah rumah yang tidak di gang dan tidak disebelah Mc Donald D
  • Ketahui kebutuhan anda
    Kelihatannya mudah namun sulit memisahkannya dengan keinginan.
    Apa yang paling anda cari dari sebuah rumah
    3 kamar tidur dengan kamar mandi didalam?
    Halaman belakang yang luas?
    Kolam renang?
    Kamar Tidur utama di lantai dasar?
    Garasi untuk 5 mobil, dan sebagainya
    Lebih mudah mengetahui keinginan daripada kebutuhan
    Bila mengikuti keinginan anda harus kompromi dengan harga
  • Cari informasi
    Terutama bagi yang baru pertamakali membeli rumah.
    Informasi seperti :
    proses jual beli
    sumber pembiayaan (KPR)
    memilih notaris
    fasilitas umum yang ada
    biaya lingkungan dan sebagainya.
    Terutama adalah informasi mengenai harga pasaran,
    kecuali jika anda tidak ada masalah dengan keuangan… D
    Bila anda minta kami akan menyediakan informasi yang anda perlukan.
  • Mengukur daya beli anda
    Bila tabungan anda masih belum cukup untuk membeli sebuah rumah,
    saat ini banyak lembaga pembiayaan yang dengan senang hati membantu anda.
    Sebaiknya total semua angsuran anda (termasuk kartu kredit dan kredit mobil) tidak lebih dari 30% penghasilan.
    Atau lebih mudahnya, lihat saja berapa yang bisa anda sisihkan setiap bulannya?
    Angsuran kredit tidak harus merubah gaya hidup anda menjadi gaya hidup prihatin,
    Keculai anda menikmatinya
    Untuk membantu mengukur daya beli anda
    Anda bisa mencoba mengutak-ngatik kalkulator ini
  • Mencari rumah
    Anda bisa menemukannya di brosur yang dikirim ke rumah anda,
    papan tanda, pohon asem, tiang listrik dan lain-lain.
    namun bila anda mencari rumah yang pemiliknya serius menjual rumahnya
    anda bisa mencari di sini
    Anda akan dengan mudah menyaring rumah seperti apa yang anda cari.
    Harga, lokasi, fasilitas, model arsitektur (dari foto rumah), luas tanah,
    jumlah kamar dan sebagainya
  • Berunding harga
    Banyak yang bisa dirundingkan dalam proses jual beli rumah.
    Seperti waktu pengosongan, skema pelunasan, barang-barang yang ditinggalkan, jaminan kualitas bangunan dan lain sebagainya.
    Anda harus berunding, bila segan gunakan pihak ketiga
    kami sendiri menyediakan informasi (modal berunding) untuk anda
  • Inspeksi ke lokasi
    Luangkan waktu anda dan keluarga untuk meninjau lokasi
    Periksa kondisi bangunan dan situasi lingkungan sekitar
    Diwaktu siang, malam, hari kerja dan hari libur
    Apakah diwaktu tertentu, secara berkala, ada keramaian didekat rumah anda
    atau bila malam hari di jam tertentu banyak “pedagang” yang berkeliaran
    kami juga menyediakan informasi ini untuk anda
  • Penutupan
    Selamat anda telah memiliki rumah yang anda cari
    Untuk memastikan hak anda atas properti yang baru anda beli, konsultasikan dengan PPAT/notaris yang anda percayakan.
    Atau gunakan notaris bank.
    Mereka dibayar dengan uang anda bukan uang bank.
    Anda berhak mendapat informasi yang anda inginkan.

Sumber: http://pemiliklangsung.com